Fitur
1. Periksa dan bersihkan jendela setiap bulan, dengan sikat pembersih otomatis, sikat selama setengah jam.
2. Menggunakan kaca safir untuk memudahkan perawatan, saat membersihkan menggunakan safir anti gores.Jika menggunakan kaca, jangan khawatir tentang keausan permukaan jendela.
3. Ringkas, tidak memerlukan tempat pemasangan yang rumit, cukup letakkan saja dan pemasangan selesai.
4. Pengukuran berkelanjutan dapat dicapai, output analog 4~20mA bawaan, dapat mengirimkan data keberbagai mesin sesuai kebutuhan.
5. Rentang pengukuran yang luas, sesuai dengan kebutuhan yang berbeda, menyediakan rentang 0-100 derajat dan 0-500 derajat.derajat, 0-3000 derajat, tiga rentang pengukuran opsional.
| Rentang pengukuran: sensor kekeruhan: 0~100 NTU, 0~500 NTU, 3000 NTU |
| Tekanan masuk: 0,3~3MPa |
| Suhu yang sesuai: 5~60℃ |
| Sinyal keluaran: 4~20mA |
| Fitur: Pengukuran online, stabilitas yang baik, bebas perawatan |
| Ketepatan: |
| Reproduksibilitas: |
| Resolusi: 0,01 NTU |
| Penyimpangan per jam: <0,1 NTU |
| Kelembapan relatif: <70%RH |
| Catu daya: 12V |
| Konsumsi daya: <25W |
| Dimensi sensor: Φ 32 x 163 mm (Tidak termasuk perlengkapan penggantung) |
| Berat: 3 kg |
| Bahan sensor: baja tahan karat 316L |
| Kedalaman terdalam: 2 meter di bawah air |
KekeruhanKekeruhan, suatu ukuran kekeruhan dalam cairan, telah diakui sebagai indikator kualitas air yang sederhana dan mendasar. Pengukuran ini telah digunakan untuk memantau air minum, termasuk air yang dihasilkan melalui filtrasi, selama beberapa dekade. Pengukuran kekeruhan melibatkan penggunaan berkas cahaya dengan karakteristik tertentu untuk menentukan keberadaan semi-kuantitatif material partikulat yang ada dalam sampel air atau cairan lainnya. Berkas cahaya tersebut disebut sebagai berkas cahaya insiden. Material yang ada dalam air menyebabkan berkas cahaya insiden tersebar, dan cahaya yang tersebar ini dideteksi dan dikuantifikasi relatif terhadap standar kalibrasi yang dapat ditelusuri. Semakin tinggi jumlah material partikulat yang terkandung dalam sampel, semakin besar penyebaran berkas cahaya insiden dan semakin tinggi kekeruhan yang dihasilkan.
Partikel apa pun dalam sampel yang melewati sumber cahaya insiden tertentu (seringkali lampu pijar, dioda pemancar cahaya (LED) atau dioda laser), dapat berkontribusi pada kekeruhan keseluruhan dalam sampel. Tujuan filtrasi adalah untuk menghilangkan partikel dari sampel tertentu. Ketika sistem filtrasi berfungsi dengan baik dan dipantau dengan turbidimeter, kekeruhan air limbah akan ditandai dengan pengukuran yang rendah dan stabil. Beberapa turbidimeter menjadi kurang efektif pada air yang sangat bersih, di mana ukuran partikel dan tingkat jumlah partikel sangat rendah. Untuk turbidimeter yang kurang sensitif pada tingkat rendah ini, perubahan kekeruhan yang dihasilkan dari kebocoran filter dapat sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan dari noise dasar kekeruhan instrumen.
Derau dasar ini memiliki beberapa sumber, termasuk derau instrumen bawaan (derau elektronik), cahaya hamburan instrumen, derau sampel, dan derau pada sumber cahaya itu sendiri. Gangguan-gangguan ini bersifat aditif dan menjadi sumber utama respons kekeruhan positif palsu serta dapat berdampak buruk pada batas deteksi instrumen.
Masalah standar dalam pengukuran turbidimetri menjadi rumit sebagian karena beragamnya jenis standar yang umum digunakan dan dapat diterima untuk tujuan pelaporan oleh organisasi seperti USEPA dan Standard Methods, dan sebagian lagi karena terminologi atau definisi yang diterapkan padanya. Dalam Edisi ke-19 Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, klarifikasi dibuat dalam mendefinisikan standar primer versus standar sekunder. Standard Methods mendefinisikan standar primer sebagai standar yang disiapkan oleh pengguna dari bahan baku yang dapat ditelusuri, menggunakan metodologi yang tepat dan dalam kondisi lingkungan yang terkontrol. Dalam turbiditas, Formazin adalah satu-satunya standar primer sejati yang diakui dan semua standar lainnya ditelusuri kembali ke Formazin. Lebih lanjut, algoritma instrumen dan spesifikasi untuk turbidimeter harus dirancang berdasarkan standar primer ini.
Standard Methods kini mendefinisikan standar sekunder sebagai standar yang telah disertifikasi oleh produsen (atau organisasi pengujian independen) untuk memberikan hasil kalibrasi instrumen yang setara (dalam batas tertentu) dengan hasil yang diperoleh ketika instrumen dikalibrasi dengan standar Formazin yang disiapkan pengguna (standar primer). Berbagai standar yang cocok untuk kalibrasi tersedia, termasuk suspensi stok komersial Formazin 4.000 NTU, suspensi Formazin yang distabilkan (StablCal™ Stabilized Formazin Standards, yang juga disebut sebagai StablCal Standards, StablCal Solutions, atau StablCal), dan suspensi komersial mikrosfer kopolimer stirena divinilbenzena.










